Inspirasi

Road To Happiness

(1)

Bahagia/Happy, suatu kata yang indah terdengar di telinga.Lalu apa itu bahagia? Saat Anda dirundung kesedihan, mungkin Anda lebih memahami apa artinya kebahagiaan itu? Ya, terkadang kita memahami hakikat cahaya dan nikmatnya terang benderang kala kita berada dalam kegelapan.Bahagia adalah lawan kesedihan.Bahagia adalah suatu keadaan yang menyenangkan saat manusia mengetahui bahwa ia telah atau akan mencapai tujuan yang diimpikannya.

Ketika seorang mahasiswa mencapai jenjang ilmiah tertinggi, misalnya, lulus sebagai sarjana atau bahkan menjadi doktor di bidang yang digelutinya maka ia akan bahagia.Bila si miskin mendapatkan uang untuk mengeyangkan perutnya maka ia menjadi bahagia.Bila seorang pecinta menemukan kembali kekasihnya yang hilang maka ia pun menjadi bahagia, dst.

Dua Model Bahagia

Setiap mazhab pemikiran, aliran dan agama menawarkan road to happy.Islam pun sebagai agama yang mengklaim “paling sempurna” juga mempromosikan road to happy kepada para pemeluknya.Dalam terminologi Alquran, ada dua model kebahagiaan: pertama, kebahagiaan yang terpuji dan kedua, kebahagiaan yang tercela.Kebahagiaan yang tercela seperti disinggung dalam ayat:

Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan).” (QS. Al Mu’min: 75)

Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa ada sebagian orang yang berbahagia justru saat mereka berlumuran dosa dan tenggelam dalam kemaksiatan. Orang yang sengaja tidak mengerjakan shalat, misalnya,justru merasa santai-santai aja alias tidak ada beban dan lebih parah lagi ia merasa bahagia.Suami yang menyakiti istrinya justru merasa bahagia.Orang yang mengambil hak saudaranya justru bersuka cita.Orang yang punya hutang dan sengaja tidak mau bayar justru senang-senang saja.Orang yang dihinggapi sifat-sifat tercela, seperti kikir, dendam dan hasud justru merasa aman-aman saja dan malah berbahagia. Semua ini adalah contoh kebahagiaan yang tercela dalam pandangan Islam.

Sedangkan model kebahagiaan yang terpuji ialah saat seseorang berhasil menjalankan ketaatan di jalan Allah; saat ia menemukan jalan petunjuk dan keimanan. Ia bahagia saat berada dalam pangkuan dan haribaan Tuhan.Ia menjadi orang yang paling bahagia saat mengelar sajadahnya dan memutar “tasbih cintanya” di malam yang pekat sambil merintah ia memanggil nama Tuhannya Yang Maha Pengasih: Ya Arhamar Rahimin

(Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang mengasihi), sembuhkanlah luka hatiku! Tetesilah hatiku dengan embun Cintamu! Ia bahagia bukan hanya saat berdoa dan bermunajat dengan Tuhannya, seperti sabda Nabi saw: Dan aku begitu bahagia saat melaksanakan shalat, namun ia tidak kalah bahagianya saat meringankan beban saudaranya yang miskin dan menyelamatkannya dari jurang kegelapan dan kesesatan. Ia begitu bahagia saat menuntun si buta menyeberang jalan. Ia bahagia saat membuat istri dan anak-anaknya tertawa terbahak-bahak. Ia bahagia saat melayani kedua orang tuanya.Ia bahagia saat menjadi bagian dari kebahagiaan saudaranya yang tidak mampu. Ya demikianlah karakter orang mukmin: kebahagiannya terpancar di wajahnya dan kesedihannya tersimpan dalam-dalam di hatinya.

Muhammad Alcaff

Pengasuh Warkoje


Together We Can


Satu Tanggapan ke “Inspirasi”

  1. dellaanna Berkata:

    benar, mendukung. kebahagiaan baru kita rasakan kalau kita dlm keadaan ” jatuh ”. mantap :D

    bagaimana dgn yg ini http://andysyoekryamal.wordpress.com/2010/03/08/gilaaa-hampir-3-kali-bailout-dilakukan-boediono/#more-623

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

Please log in to WordPress.com to post a comment to your blog.

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.